Selasa, 23 Februari 2016

Tulus

Akhir-akhir ini, gue banyak belajar, dan satu hal yang gue rasain itu adalah perasaan cinta yang tulus dari seorang cewek, iya dia Wenna kekasih gue. Banyak hal yang udah gue lewetin bareng dia, dari yang lucu, seru, ngebosenin, sampe marah-marahan. Sosok cewek yang gue pikir gak terlalu cinta sama gue, tapi ternyata Wenna serius cinta sama gue. Ketulusan cintanya membuat gue luluh, dan gue rasain baru pertama kali.
 
Kami beda agama, itulah yang membuat gue sangat kaget dengan keseriusannya untuk sama dengan gue suatu hari nanti. Keyakinan menurut gue sangat berbeda tempat dengan cinta. Kedua perasaan itu memiliki tempat yang berbeda. Jujur gue memilih keyakinan dari pada cinta, maka dari itulah perasaan gue ke Wenna tidak seperti dulu, yang cintanya telalu over bahkan di otak gue memprioritaskan dia. Agama yang membuat gue seperti ini, tapi gue juga gak bisa nyalahin tuhan, gue yang salah, memilih jalan yang sudah tau sulit untuk di jalanin.
 
Sekarang, gue gak bisa apa-apa selain terus bersamanya, mungkin suatu hari nanti, perasaan gue tumbuh lagi. Analoginya bunga yang sudah layu di satu tempat, jika di pindahkan ketempat lain, bunga itu akan tumbuh subur kembali dan tidak akan hilang :)
 
Wenna, walapun abg kayak gini, jangan pernah merubah perasaanmu ya, sungguh abg menyesali hal ini, semoga aja perasaan abg tumbuh subur dengan sendirinya suatu hari nanti.
 
Ketulusanmu tidak bisa di bayar dengan apapun kecuali dengan ketulusan cinta yang sama. Harapan abg bisa sepertimu.
 
Abg seneng punya kekasih sepertimu, ketulusan cintamu membuat abg LULUH :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar