Sabtu, 16 Januari 2016

Dewasa

Ternyata yang dibilang dosen gue bener, hal yang gak enak di dunia ini adalah menjadi orang dewasa. Harus rajin ketika malas, harus menghargai walaupun benci, hampir menjadi orang dewasa melakukan sesuatu kebalik dengan apa yang dia rasa. Dan menurut gue itu gak enak banget.
 
Wenna adalah pasangan yang berarti bagi hidup gue, entah kenapa gue jadi tambah cinta dan sayang sama dia. Namanya menjalin hubungan pasti ada masalah, gak itu dari diri sendiri, pasangan ataupun dari orang lain. Ya kalau udah ada masalah, otomatis perasaan berperang dengan batin. Terima gak terima harus terima, karena kalau mengikuti apa yang dirasain hati, terkadang bisa jadi memburuk. Cuma senyuman yang kadang-kadang bisa mencairkan masalah.
 
Gue sadar, tanpa adanya sakit yang bener-bener sakit, kita bakalan gak bisa tumbuh. Karena rasa sakit itulah yang menjadi dorongan besar kita mengerti dan gak mau mengulangin kesalahan yang sama. Jika sudah mengenal rasa sakit, otomatis bakalan tau rasa sakit orang lain yang ngalamin. Itulah yang dibilang dewasa, mengerti tanpa harus di kasih tau. Yang tahu sendiri dengan perasaan.
 
Belum, gue belum dewasa, tapi ada sedikit kedewasaan gue. Makanya itu, gue pengen tumbuh bareng sama Wenna. Sama A4 juga, sama Top, Fauzi, Arinal, Irham, dan teman-teman, keluarga, sama semuanya yang bisa ngebuat gue bisa jadi dewasa. Kalau gak sekarang kapan lagi.
 
Wenna, jangan ragu ya, jangan merubah cintamu, tetaplah seperti yang dulu dengan senyuman penuh makna dan perasaan yang tulus dari sini (Hati). Kita harus mendewasa dengan ini :)
 
Aku cinta padamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar